Ingin Jadi System Analyst? Kenali Tanggung Jawab dan Skillnya

17 November 2022

System analyst atau analis sistem adalah salah satu pekerjaan di bidang Information Technology (IT) yang menggunakan sistem informasi untuk menganalisis masalah, mendiskusikan dan memahami kebutuhan pengguna, serta menerapkan persyaratan yang diinginkan. 

Tanggung jawab utama mereka adalah untuk mengetahui bagaimana sistem informasi, perangkat keras dan teknologi terkait lainnya digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. 

Dalam artikel ini, kita membahas apa itu system analyst, apa peran pekerjaan mereka, dan bagaimana caranya menjadi seorang system analyst.

Ingin Jadi System Analyst? Kenali Tanggung Jawab dan Skillnya

Key Takeaways:

  • System analyst adalah seorang ahli teknologi informasi yang bekerja dalam suatu organisasi untuk memastikan bahwa kinerja sistem, infrastruktur, dan sistem komputer berfungsi seefektif dan seefisien mungkin. 
  • Bila ingin menjadi system analyst, kualifikasi yang diperlukan antara lain mencari pendidikan, mendapatkan sertifikasi, dan mencari pengalaman.

Apa itu System Analyst?

Analis sistem atau system analyst adalah seorang profesional teknologi informasi yang bekerja dalam suatu organisasi untuk memastikan bahwa kinerja sistem, infrastruktur, dan sistem komputer berfungsi seefektif dan seefisien mungkin. 

Mereka bertanggung jawab untuk meneliti masalah, menemukan solusi, merekomendasikan tindakan dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan. System analyst mempelajari sistem, prosedur, dan proses bisnis perusahaan saat ini dan membuat rencana tindakan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan.

Analis sistem harus terbiasa dengan sistem operasi yang berbeda, konfigurasi perangkat keras, bahasa pemrograman, dan platform perangkat lunak dan perangkat keras. Mereka dapat dilibatkan mulai dari fase analisis proyek hingga tinjauan penilaian pasca pemasangan.

Tanggung Jawab dan Tugas System Analyst

Peran system analyst adalah bertindak seperti penyelidik digital. Mereka mendokumentasikan sistem teknologi untuk memahami, mengubah, meningkatkan, dan membantu membangun kembali sistem tersebut.

Ini bisa berupa mencari tahu mengapa sistem komputer gagal dengan menggunakan software khusus untuk melacak aplikasi, sistem, server database, dan jaringan.

Beberapa tanggung jawab khusus seorang system analyst meliputi:

  • Memelihara dan memecahkan masalah data warehouse
  • Meneliti dan mengevaluasi teknologi baru, termasuk perangkat keras dan perangkat lunak
  • Membahas kebutuhan pengguna, mengidentifikasi kerentanan atau area dengan kinerja buruk untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan akurasi
  • Membuat asumsi tentang tujuan investigasi (dapat dilakukan berdasarkan wawancara dengan programmer atau developer). Investigasi adalah langkah pertama dalam setiap proyek pengembangan sistem.
  • Mempersiapkan biaya-manfaat dan laporan analisis untuk peningkatan
  • Mengkomunikasikan keputusan strategis dengan karyawan departemen IT lainnya
  • Melatih pengguna akhir dan menyiapkan instruksi manual untuk digunakan karyawan atau pelanggan

Apa Saja yang Dilakukan System Analyst?

Pada setiap tahap siklus hidup pengembangan sistem, system analyst bekerja sama dengan pemrogram komputer, user experience designers, dan quality assurance testers untuk membangun sistem komputer. 

Mereka juga bekerja sama dengan kepala eksekutif organisasi, serta menyarankan anggota tim teknologi lainnya untuk lebih memahami bagaimana sistem komputer dapat melayani organisasi dengan baik.

System analyst biasanya berspesialisasi dalam jenis sistem komputer tertentu yang khusus untuk industri tempat mereka bekerja, seperti sistem komputer teknik atau sistem komputer keuangan. 

Dalam beberapa kasus, analis ini disebut manajer proyek IT, karena mereka melacak kemajuan proyek untuk memastikan target biaya, tenggat waktu, dan standar terpenuhi.

System analyst menggunakan pemodelan data untuk merancang sistem komputer (di antara teknik lainnya), yang memberi mereka kesempatan untuk melihat proses dan aliran data bahkan sebelum program apa pun ditulis.

Setelah program ditulis, pengujian mendalam akan dilakukan dan informasi akan dianalisis untuk mengetahui tren apa pun dalam data yang dapat memberikan petunjuk tentang cara meningkatkan kinerja dan efisiensi sistem.

Analis sistem juga menyusun persyaratan untuk berapa banyak memori dan kecepatan yang dibutuhkan sistem komputer, menyiapkan diagram alur untuk digunakan oleh engineers atau pemrogram saat membangun sistem, serta terlibat dalam pemecahan masalah yang muncul setelah sistem awal disiapkan.

Mereka sering berfungsi sebagai perantara informasi, dengan dokumentasi yang disiapkan oleh analis sistem sering kali menjadi keputusan akhir tentang apa itu atau apa yang dilakukan sistem. Bekerja sama dengan technical writers, systems designers, and systems architects, mereka juga mendokumentasikan apa yang diharapkan dari sistem yang belum dibangun.

Baca juga: Software Engineer: Mastermind Dibalik Kecanggihan Perangkat Lunak

Skill-set yang Harus Dimiliki System Analyst

Untuk unggul dalam peran mereka, system analyst diharuskan memiliki skill atau pengetahuan teknis yang efektif, sekaligus mampu berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif dengan anggota tim, manajer, dan klien. 

Seorang system analyst minimal dituntut memiliki kemampuan berikut.

1. Kemampuan Analisis

Sebelum memutuskan sistem software mana yang akan diinstal dalam suatu perusahaan, seorang system analyst harus terlebih dahulu mengumpulkan dan meninjau kumpulan data untuk mengidentifikasi masalah dan area perbaikan.

2. Berorientasi Pada Detail

Untuk memecahkan masalah dan menguji sistem saat ini dengan hati-hati, serta mengidentifikasi potensi kesalahan, analis sistem harus memiliki perhatian yang mengesankan terhadap detail .

Ini dilakukan untuk menemukan area masalah pada sistem saat ini dan untuk mengidentifikasi masalah apa pun pada sistem baru yang mereka pasang.

3. Kemampuan Komunikasi 

Peran ini melibatkan komunikasi dengan rekan kerja, supervisors dan klien secara tertulis dan lisan. 

Penting bagi system analyst untuk bisa berkomunikasi secara efektif agar menghasilkan karya berkualitas tinggi dan memastikan efisiensi. Tujuh C komunikasi yang efektif dapat membantu Anda meningkatkan komunikasi Anda. Mereka:

  1. Clear: ini melibatkan penggunaan bahasa sederhana untuk mengomunikasikan tugas kerja. Hal itu penting ketika berkolaborasi dengan orang yang tidak bekerja di bidang teknologi informasi.
  2. Correct: gunakan ejaan dan tanda baca yang benar dalam komunikasi tertulis, seperti email, untuk menunjukkan profesionalisme dan perhatian terhadap detail.
  3. Complete: berikan kepada penerima semua informasi yang diperlukan untuk memahami suatu topik dan membuat keputusan berdasarkan informasi.
  4. Concrete: komunikasikan pemikiran dan pendapat Anda menggunakan fakta dan logika.
  5. Concise: bagikan ide Anda dalam beberapa kata untuk memfokuskan perhatian penerima pada poin utama.
  6. Considered: nyatakan saran teknologi apa pun secara koheren dan logis sehingga penerima dapat memahaminya.
  7. Courteous: Gunakan bahasa yang sopan dan hormat dengan kolega, atasan, dan klien Anda.

4. Mendengarkan dan Kemampuan Interpersonal 

Ketika masalah muncul dengan sistem komputer perusahaan, karyawan atau klien akan menjelaskan masalah yang mereka hadapi dengan system analyst untuk membantu mereka lebih memahami perubahan apa yang harus dilakukan. 

Mereka juga akan menggunakan keterampilan mendengarkan mereka untuk menemukan fitur dan pembaruan apa yang dibutuhkan dan disukai klien untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baru.

5. Kemampuan Beradaptasi dan Fleksibilitas

Saat mereka menambahkan peningkatan dan pembaruan pada program baru, system analyst harus siap menyesuaikannya untuk mempersiapkan catatan dan preferensi klien dan karyawan. 

Mereka juga harus siap menghadapi perubahan tak terduga yang dapat muncul yang bisa menyebabkan sistem tiba-tiba berhenti beroperasi atau tidak berfungsi.

6. Pemikiran Kritis dan Pemecahan Masalah 

Beberapa masalah kompleks mungkin muncul yang membutuhkan system analyst untuk mengevaluasi kebutuhan organisasi secara hati-hati  dan merancang solusi yang inovatif dan logis. 

Mereka kemudian akan mempelajari program yang baru diimplementasikan untuk menemukan masalah baru dan menambahkan perubahan untuk memperbaiki masalah tersebut.

7. Kreativitas 

Seorang analis sistem harus inovatif, terkadang mendekati masalah bisnis dengan solusi non-tradisional. 

Dengan semakin banyaknya teknologi baru yang memasuki pasar, seorang analis ditantang untuk berpikir out of the box saat menyelesaikan masalah bisnis.

8. Keterampilan Teknis 

Analis sistem menghabiskan sebagian besar waktunya di komputer untuk meneliti, memperbarui, dan menerapkan program komputer baru dan fitur-fiturnya. 

Ini berarti mereka harus memiliki pengetahuan dan kemampuan teknis tingkat lanjut untuk secara efektif memahami fitur mana yang akan menguntungkan sistem tertentu dan memenuhi kebutuhan khusus karyawan dan klien.

Skill-set yang Harus Dimiliki System Analyst

Baca juga: Yuk, Kenali Peran Penting Full Stack Developer Masa Kini!

Cara Menekuni Profesi System Analyst

Ada beberapa kualifikasi dasar yang dapat membantu Anda menjadi seorang system analyst, seperti:

1. Mencari Pendidikan

Pertimbangkan studi ilmu komputer atau bidang terkait. Jika Anda memulai dengan gelar sarjana yang tidak terkait dengan ilmu komputer, Anda dapat menambah pengetahuan dengan mengikuti kursus tambahan untuk memenuhi persyaratan pendidikan minimum peran ini. 

Anda juga bisa mendapatkan sertifikasi khusus untuk mendapatkan beberapa keahlian. Misalnya, jika Anda ingin menjadi analis sistem dan bekerja di bidang keuangan, pertimbangkan untuk mengambil jurusan akuntansi dan keuangan atau gelar/diploma terkait.

Contoh gelar yang bisa Anda peroleh untuk karir ini meliputi:

  • Gelar sarjana dalam ilmu komputer, IT atau matematika
  • Gelar seni liberal dengan pengalaman atau sertifikasi teknologi
  • Gelar master dalam administrasi bisnis dengan konsentrasi sistem informasi, yang mungkin diperlukan oleh beberapa pemberi kerja

2. Dapatkan Sertifikasi

Memperoleh sertifikasi dapat membantu Anda meningkatkan keterampilan sebagai analis sistem. Ini termasuk:

  • CompTIA A+: Sertifikasi ini untuk setiap kandidat IT tingkat awal dengan memberikan pemahaman mendasar tentang prinsip-prinsip IT modern.
  • CompTIA Security+: Sertifikasi ini memastikan Anda memahami keamanan siber perusahaan.
  • CompTIA CySA+: Sertifikasi tingkat menengah ini membahas lebih dalam tentang operasi keamanan siber yang penting daripada Security+.
  • CASP+: CompTIA menawarkan sertifikasi lanjutan ini yang dapat membekali Anda dengan hard skill dan soft skill untuk menjadi profesional keamanan siber.

3. Mendapatkan Pengalaman 

Mendapatkan pengalaman khusus untuk tugas teknis peran system analyst dapat membantu Anda mengembangkan keterampilan praktis dan menerima bimbingan dari supervisor.

Carilah pekerjaan tingkat pemula di bidang IT yang menawarkan Anda pengalaman dengan infrastruktur dan sistem perusahaan. Ini mungkin berarti bekerja di tingkat helpdesk atau sebagai software developer (front end back end) perusahaan atau manajer departemen IT sebelum masuk ke peran analis sistem.

Karier yang Berhubungan dengan System Analyst

Jika tertarik dengan pekerjaan system analyst, Anda dapat pertimbangkan karier serupa berikut ini:

1. Manager IT

Manager IT adalah seorang profesional yang mengawasi komputer dan sistem informasi perusahaan. Mereka bekerja sama dengan manajemen atas untuk mengevaluasi kebutuhan IT perusahaan dan merancang metode untuk meningkatkan kinerja. 

Jabatan terkait dalam lingkup ini meliputi:

  • Chief Technology Officer (CTO)
  • Chief Information Officer (CIO)
  • Administrator IT
  • Direktur IT

2. Senior Project Manager

Seorang manajemen proyek senior mendorong tim mereka untuk mencapai deadline dan tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan. 

Manajemen personel yang efektif, penilaian risiko, perencanaan, dan penjadwalan adalah beberapa tanggung jawab terpenting mereka. Dalam beberapa lingkup teknis, umum bagi manajer proyek untuk berbagi keahlian dan tugas analis sistem.

3. Administrasi Sistem

Seorang administrator sistem bertanggung jawab atas pemeliharaan, pengelolaan, pengembangan, dan pengoperasian sistem suatu perusahaan. 

Selain mengidentifikasi dan memperbaiki masalah jaringan, mereka juga membuat pembaruan pada peralatan dan perangkat lunak untuk memastikan fungsi yang efisien. 

Layanan mereka diperlukan di organisasi kecil dan besar, termasuk kantor pemerintah. Pekerjaan terkaitnya meliputi:

  • Manajer sistem
  • Spesialis IT

4. Programmer Komputer

Programmer komputer menulis, men-debug, dan menguji kode yang memungkinkan program perangkat lunak berjalan secara efisien. 

Mereka bekerja sama erat dengan pengembang web untuk merancang platform dan interface baru sesuai dengan kebutuhan klien. Pemrograman komputer dapat menjadi titik awal yang solid bagi para profesional di bidang IT, yang kemudian dapat mengambil lebih banyak posisi tingkat manajemen seperti analis sistem.

5. Teknisi Komputer

Teknisi komputer melakukan instalasi dan pemeliharaan untuk komponen perangkat keras dan perangkat lunak dalam infrastruktur komputer perusahaan. 

Mereka juga dapat melakukan aktivitas diagnostik rutin dan memberikan dukungan kepada pelanggan yang memiliki pertanyaan terkait komputer. 

Sebagian besar perusahaan memiliki teknisi komputer in-house atau berdasarkan kontrak untuk melakukan aktivitas pemecahan masalah, upgrading, serta pemasangan.

Permudah System Analyst dengan Terralogiq

Terralogiq adalah perusahaan solusi IT yang dipercaya oleh lebih dari 150 klien di seluruh Indonesia. Kami adalah mitra resmi Google Cloud Premier Partner yang dapat membantu Anda menyerap, memproses, dan menganalisis aliran peristiwa secara real time untuk menemukan solusi pengembangan terkini yang Anda butuhkan. 

Solusi analisis Google Cloud ini membuat data menjadi lebih teratur, berguna, dan mudah diakses sejak dibuat. Anda juga bisa mendapatkan market insight dengan memanfaatkan data geospasial pada alur kerja big data.

Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut dan menggunakan layanan kami? Kunjungi website resmi kami di sini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Author Profile

Albi Panatagama

Marketing and Public Relations Terralogiq Premier Partner Google Maps Platform

|

Share this post on

Related Article