Jepang Kenalkan Society 5.0, Apakah Itu?

13 Juni 2022

Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Big Data, Augmented Reality, Simulation, robotic, cloud system, mungkin Anda sudah tidak asing mendengar istilah – istilah tersebut sejak dimulainya perkembangan teknologi industri 4.0 yang mulai berkembang pesat sejak 2016?

Hal ini memungkinkan semua aktivitas manusia dapat dilakukan dengan teknologi hingga sekarang. Misalnya, saat ini di pabrik sudah banyak menggunakan robot dalam melakukan kegiatan produksi, ketika melamar pekerjaan Anda mendengar istilah CV ATS (applicant tracking system) yang dapat membantu recruiter menyaring pelamar kerja dengan lebih mudah, atau lokasi Anda yang dengan mudah terdeteksi ketika menggunakan aplikasi transportasi online karena adanya Location Intelligence.

Kendati Indonesia masih berkutat dengan konsep revolusi industri 4.0, Jepang sudah mulai mengenalkan konsep Society 5.0 yang diresmikan pada 2019 lalu. Dilansir dari Binus, perbedaan signifikan antara Revolusi Industri 4.0 dengan Society 5.0 adalah penggunaan manusia dan AI. Jika pada Industri 4.0 komponen utamanya adalah AI, pada society 5.0 menitikberatkan pada manusia.

Jepang Kenalkan Society 5.0, Apakah Itu?

Jika ditelusuri kita sudah melalui tahapan Society 1.0 hingga 4.0, dari masa manusia mulai berburu hingga manusia sudah mengenal internet. Dilansir dari Cabinet Office, Society 5.0 yang dikenalkan oleh Jepang memiliki definisi “A human-centered society that balances economic advancement with the resolution of social problems by a system that highly integrates cyberspace and physical space.”

Memiliki visi mengintegrasikan dunia maya (Virtual Space) dengan dunia nyata (Real Space) yang berpusat pada keseimbangan ekonomi dan penyelesaian masalah sosial.

Revolusi industri 4.0

Dilansir dari Finance Detik, revolusi industri 4.0 merupakan era penerapan teknologi fiber dan sistem jaringan yang terintegrasi sehingga dapat diimplementasi pada aktivitas ekonomi dari tahap produksi hingga konsumsi.

Hingga saat ini Indonesia masih mendorong program revolusi industri 4.0 agar dapat dimanfaatkan secara maksimal dan mencapai tujuan Indonesia masuk ke dalam 10 besar ekonomi dunia tahun 2030 melalui kegiatan ekspor. Salah satu usaha pemerintah adalah dengan menghadirkan jaringan generasi kelima atau 5G.

Revolusi industri 4.0 sudah banyak digunakan di Indonesia bisa kita temui di berbagai industri seperti tekstil, elektronik, kimia, otomotif, pendidikan, hingga makanan dan minuman.

Baca juga: Transformasi digital: Kemudahan Bisnis Era Industri 4.0

Sains dan teknologi

Sains sebagai ilmu pengetahuan masyarakat memiliki peran menciptakan teknologi baru, sedangkan teknologi pada akhirnya menciptakan pengetahuan baru. Sehingga perkembangan sains dan teknologi merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Mengkolaborasikan kedua hal tersebut akan mewujudkan kemudahan bagi manusia dalam menjalankan kehidupannya.

Secara positif Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Big Data, Augmented Reality, Simulation, robotic, cloud system, dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Masyarakat dengan kemampuan mengembangkan teknologi akan memiliki peradaban yang lebih maju sehingga dapat menjadi contoh masyarakat lain.

Hal ini kemudian dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti bidang pertanian, kesehatan, transportasi, informasi komunikasi, dll. Untuk itu diperlukan pengelolaan jika yang benar untuk menghindari kerusakan lingkungan, merugikan kesehatan, mengubah nilai-nilai kehidupan, hingga menggeser moralitas manusia.

Kecerdasan Buatan

Setelah mengetahui apa saja yang menjadi bagian dari hasil sains dan teknologi, mari bahas lebih lanjut mengenai salah satu bidang yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, yaitu kecerdasan buatan.

Menurut Amazon.com Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) adalah ilmu yang memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah kognitif yang terkait kecerdasan manusia, seperti pembelajaran, pemecahan masalah, dan pengenalan pola. Berkonotasi dengan robot. Pertumbuhan kecerdasan buatan biasanya digunakan untuk pendidikan, pertanian, dan sebagainya.

Menurut SAS, Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) sendiri telah dikembangkan sejak 1960-an oleh Departemen Pertahanan AS, dimana komputer dilatih untuk pekerjaan tertentu dalam menirukan penalaran manusia yang mendasar. Misalnya, pada 1970-an Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) dapat menyelesaikan proyek pemetaan jalan. DARPA juga menjadi cikal bakal asisten pribadi cerdas pada tahun 2003, jauh sebelum Siri, Alexa atau Cortana.

Kendati AI pada film-film Hollywood sering digambarkan sebagai robot yang memiliki kecerdasan setaraf manusia hingga mengambil alih dunia, kehadiran AI saat ini membantu pekerjaan-pekerjaan dasar manusia dan memberi manfaat spesifik di berbagai industri.

Cara Kerja Masyarakat 5.0 dalam Society 5.0

Perbedaan antara Society 4.0 dengan Society 5.0 adalah jika pada Society 4.0 manusia mencapai manfaatkan internet untuk mencari tahu sesuatu, dimana ketika manusia mencari sesuatu di internet akan dihubungkan ke Cloud Service (database) di dunia maya, maka pada Society 5.0 teknologi berupaya memanusiakan manusia, misalnya, ketika melakukan search di internet yang terhubung ke database, hasil pencarian akan diproses oleh Artificial Intelligence untuk memberikan rekomendasi hasil yang tidak hanya hadir dalam rupa virtual tapi juga fisik.

Society 5.0 memiliki tujuan memberikan solusi bagi permasalahan sosial ekonomi. Berkaca dari kisah Jepang, yang sempat mengalami berbagai permasalahan sosial seiring perkembangan teknologi dan globalisasi hingga kesenjangan sosial terus meningkat, serta terjadinya persaingan internasional yang parah. Melihat hal tersebut, Jepang menyadari perlu adanya perubahan serta pemecahan masalah sosial tersebut. Namun, dengan nilai yang sudah ada, dirasa sulit untuk merealisasikan perkembangan tersebut.

Hingga akhirnya Jepang menciptakan nilai Society 5.0, dimana masyarakat Jepang mulai mengalami pertumbuhan yang semakin makmur dan nyaman berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi. Permintaan bahan makanan dan energi meningkat seiringan dengan umur masyarakat yang semakin panjang.

Hadirnya konsep masyarakat 5.0 memberi dampak positif dalam menyelesaikan masalah sosial serta pembangunan ekonomi. Dunia yang sudah mengalami transformasi digital dengan hadirnya AI, IoT, robot, machine learning, hingga sistem pengolahan data semakin memanfaatkan teknologi untuk menciptakan kemudahan bagi masyarakat.

Contoh Society 5.0 dalam Berbagai Bidang

Jika kita sudah melihat bagaimana masyarakat 5.0 Jepang memanfaatkan Society 5.0, mari bahas lebih lanjut mengenai manfaat Society 5.0 bagi aspek kehidupan masyarakat. Dilansir dari Inmarketing ada 3 aspek yang dapat dibahas, yaitu:

1. Nilai Society 5.0 bagi Mobilitas

Mobilitas merupakan kemampuan manusia untuk melakukan perpindahan. Di zaman ini, kemudahan mobilitas menjadi penting seiring dengan aktivitas manusia yang semakin padat. Contoh penerapan society 5.0 bagi mobilitas adalah hadirnya data sensor mobil, informasi real time mengenai kemacetan, cuaca, lalu lintas, hingga kondisi sebuah akomodasi.
Misalnya, penggunaan Google Maps ketika Anda sedang melakukan perjalanan. Seperti yang telah dijelaskan bahwa solusi dalam lingkungan society 5.0 hadir dalam berbagai bentuk fisik. Dengan menggunakan Google Maps, Anda dapat mengetahui jalur cepat untuk berangkat dari satu titik ke titik lainnya, sehingga bisa menghindari macet, mengetahui apabila terjadi hambatan di sebuah titik, dan estimasi waktu perjalanan. Dalam jangka panjang, hal ini diharapkan dapat:

  • Mengurangi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas
  • Mengurangi emisi oleh kendaraan pribadi sehingga dapat mendorong kelestarian lingkungan
  • Memungkinkan penyandang disabilitas memiliki ruang aman ketika harus melakukan perjalanan pribadi di ruang publik

2. Nilai Society 5.0 bagi Kesehatan

Perkembangan teknologi di bidang kesehatan merupakan salah satu aspek yang menjadi perhatian masyarakat. Dengan society 5.0, menggunakan Kecerdasan Buatan dapat membantu dokumentasi berbagai jenis informasi. Misalnya, fisiologis pribadi, informasi situs perawatan kesehatan, informasi pengobatan, dan lain sebagainya. Dengan begitu dalam jangka panjang diharapkan dapat:

  • Membantu mengurangi biaya sosial terkait perawatan
  • Menjadi solusi bagi permasalahan kurangnya tenaga perawat
  • Memanfaatkan data yang terpusat untuk masyarakat melakukan perawatan di rumah sakit mana saja tanpa harus melakukan registrasi ulang
  • Memberikan peluang bagi masyarakat mendapatkan perawatan optimal

3. Nilai Society 5.0 bagi Manufaktur

Kegiatan manufaktur merupakan kegiatan yang meningkatkan pembangunan ekonomi. Society 5.0 memberikan kemudahan dan menciptakan kegiatan yang lebih efisien dalam melakukan proses manufaktur. Seperti pengamatan atau analisis demand oleh pelanggan, melakukan analisis persaingan pasar, informasi pengiriman, hingga kemungkinan melakukan geomarketing. Sehingga dapat disimpulkan, manfaat yang diharapkan adalah:

  • Perencanaan produksi yang sesuai kebutuhan pasar
  • Pengembangan produk dengan proses yang lebih efisien
  • Meningkatkan kepuasan pelanggan
  • Adanya persaingan industri yang sehat
  • Kemudahan promosi yang terfokus pada beberapa titik sesuai analisis yang dilakukan (geomarketing)
Contoh Society 5.0 dalam Berbagai Bidang

4. Nilai Society 5.0 bagi Pendidikan

Seperti disebutkan di atas bahwa pendidikan merupakan aspek bagaimana sebuah teknologi dapat dikembangkan melalui sains. Society 5.0 diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam kegiatan pendidikan, misalnya, sejak zaman pandemi akhirnya banyak sekolah yang melakukan kegiatan belajar daring namun tetap terlaksana dengan tertib dan lancar. Sehingga manfaat yang diharapkan adalah:

  • Memberikan kesempatan pendidikan atau akses pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat
  • Meningkatkan kemudahan belajar daring menggunakan tools yang telah ada
  • Memudahkan penyebaran informasi bagi pendidikan
  • Memudahkan manajemen pendidikan bagi sekolah dan guru
  • Menciptakan lingkungan belajar yang penuh inovasi

Kesimpulan

Melalui penjelasan di atas, dapat kita sepakati bahwa perubahan merupakan sesuatu yang mutlak terjadi. Perkembangan teknologi, pendidikan, meningkatnya pengetahuan masyarakat, memungkinkan terjadinya inovasi dalam kegiatan transformasi digital. Saat ini Jepang sudah mulai mengenalkan konsep Society 5.0, dimana pemanfaatan database bukan hanya untuk mendapatkan jawaban dalam rupa digital, tapi juga memberikan solusi baik virtual maupun nyata bagi masyarakat. Hal ini tentu tidak lepas dari dukungan pemerintah.

Berkaca pada pemerintah Jepang yang awalnya kesulitan mencari solusi bagi masyarakatnya karena terjadinya kesenjangan sosial dan ekonomi seiring perkembangan teknologi, kehadiran society 5.0 diharapkan dapat menjadi konsep yang memberikan nilai baru di masyarakat.

Penerapan society 5.0 sendiri sudah pernah dicoba terapkan, hingga didapat hasil yang positif seperti pertumbuhan ekonomi yang menambah kemakmuran masyarakat hingga peningkatan umum masyarakat yang semakin panjang seiring dengan permintaan bahan makanan dan energi yang terus meningkat.

Society 5.0 dapat masuk ke berbagai aspek kehidupan manusia mulai dari mobilitas, kesehatan, hingga kegiatan manufaktur. Salah satunya penerapan geomarketing pada kegiatan manufaktur, sehingga dapat ditemukan informasi titik lokasi yang tepat bagi sebuah perusahaan melakukan kegiatan produksi, promosi, dan sebagainya.

Terralogiq sebagai perusahaan yang telah menjadi premiere partner Google Maps dari Indonesia dengan tim yang dibangun oleh teknisi lokal bersertifikat juga memungkinkan Anda bekerjasama dengan Terralogiq di manapun dan kapanpun di seluruh wilayah Indonesia. Konsultasikan bagaimana solusi penerapan Geomarketing yang tepat untuk bisnis Anda bersama Terralogiq. Anda juga bisa menghubungi kami melalui alamat email halo@terralogiq.com. 

Baca juga: Apa itu Geomarketing dan Cara Mendongkrak Bisnis Lewat Layanan Lokasi

Author Profile

Albi Panatagama

Marketing and Public Relations Terralogiq Premier Partner Google Maps Platform

|

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments