Sistem Pembelajaran Digital: Gambaran Sekolah Masa Depan

15 Juli 2022

Pandemi Covid-19 telah mengubah masyarakat untuk beralih ke era digital, dimana kegiatan bekerja, belajar hingga bertransaksi dilakukan secara online. Perubahan paling besar yang dirasakan oleh industri pendidikan dengan adanya sistem pembelajaran digital. 

Sistem Pembelajaran Digital

Berdasarkan hasil survei We Are Social dan HootSuite tahun 2022, saat ini terdapat 204,7 juta pengguna internet yang setara dengan 73,7% dari populasi penduduk Indonesia. Dengan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa masyarakat sudah lebih nyaman dengan sistem digital walaupun memiliki resiko tinggi terkait transaksi keuangan seperti penipuan yang kerap kali terjadi di dunia maya. Hal ini disebabkan karena berdasarkan survei Literari Digital menyebutkan bawah Indonesia pada tahun 2021 memiliki indeks atau skor litelari digital pada angka 3,49 dari skala 1-5 dalam kategori sedang. 

Untuk meningkatkan tingkat literasi digital, pemerintah telah meminta sekolah dan para pendidik di seluruh Indonesia untuk menerapkan sistem pembelajaran digital. Untuk itu sekolah online pun digalakkan semenjak pandemi melanda dan seluruh sistem belajar dilakukan secara online.

Sistem Pembelajaran Digital Bersama Google Workspace for Education

Sistem pembelajran digital adalah inovasi yang memberi ruang dan definisi lebih luar dari belajar itu sendiri dimana kegiatan belajar mengajar tidak terbatas hanya di ruangan kelas. Namun dalam prakteknya, sistem pembelajaran digital ini pun memiliki tantangan yaitu penyebaran teknologi dan informasi yang belum merata dibeberapa daerah. Dengan tantangn ini tentunya masih dibutuhkan sebuah media sosialisasi bagi para guru untuk melek teknologi dengan mengikuti beberapa pelatihan sistem pembelajaran digital. 

Sehingga pendidikan di daerah kota menjadi lebih maju dan berkualitas apabila dibandingkan dengan di desa-desa maupun daerah-daerah. Hal ini disebabkan karena sistem pembelajaran di daerah kota di dukung oleh fasilitas atau media pembelajaran yang  sangat memadai, seperti jaringan internet. Pembelajaran-pembelajaran yang diterapkan sudah dalam berbasis digital bahkan beberapa sekolah sudah menerapkan pembelajaran berbasis digital secara penuh. Belajar dan mengajar dapat dilakukan di mana saja jika semua pembelajaran berbasis digital. 

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Google menyediakan berbagai pelatihan bagi para guru dan instansi sekolah agar dapat mengajar siswa secara virtual dengan Google Workspace for Education. 

Google Workspace for Education sendiri adalah salah satu program dari Google yang dikembangkan untuk membantu berbagai intansi pendidikan di seluruh dunia dalam kegiatan belajar mengajar secara virtual dengan konsep kolaborasi, inovasi, fleksibel, aman serta simpel digunakan. 

Dengan Google Workspace for Education diharapkan akan memudahkan proses kolaborasi dan efektivitas dalam kegiatan mengajar antara guru dengan siswa walaupun tidak berada di sekolah. 

Selain itu point yang harus diperhatikan dalam sistem pembelajaran digital adalah kepraktisan dari media pembelajarannya. Apakah dapat digunakan oleh guru, murid serta orang tua yang mendampingi anak saat sekolah online? Apakah dengan media pembelajaran tersebut para guru dapat menyampaikan kurikulum pembelajaran dengan baik pada para siswa? Dan lain sebagainya. 

Dalam konteks transformasi informasi pendidikan, UNESCO Digital Literacy Global Framework Area Competences, menyiratkan setidaknya 3 tuntutan. Tranformasi informasi pendidikan dilangsungkan dalam ruang-ruang aliran, the space of flows dan di waktu yang tak mewaktu, timeless time. Ini adalah ruang yang tersedia melalui teknologi berbasis internet. Transformasi informasi pendidikan bertujuan memberi kemampuan pada peserta pembelajaran, untuk memanfaatkan secara kritis perangkat teknologi berbasis internet dalam memanfaatkan dan mengolah informasi pendidikan

Untuk itu penggunaan Google Workspace for Education sangatlah cocok untuk menjawab tantangan pembelajaran sistem digital. Google workspace for Eductaion memiliki beberapa fitur yang akan sangat membantu proses belajar mengajar yaitu:

Google Classroom: Tool untuk kolaborasi antara guru dan siswa yang dapat membantu instansi sekolah untuk membuat dan mengelola kelas online. 

Google Drive: Tools untuk menyimpan semua file sekolah mulai dari tugas, materi pembelajaran hingga kuis untuk siswa. Tools ini mempermudah guruu dalam memberikan tugas kelompok kepada siswa. 

Google Docs: Merupakan aplikasi serupa dengan MS Office yang dapat digunakan untuk membuat dan mengedit file teks, spreadsheet, presentasi dan gambar. Seperti halnya MS Office, Google Docs dilengkapi dengan beberapa tools, yaitu :

  • Google Sheets: spreadsheet untuk menganalisis, memvisualisasikan, dan memetakan data
  • Google Formulir: survei cepat & mudah untuk mengumpulkan informasi
  • Google Slides: alat presentasi yang memudahkan untuk bercerita
  • Google Gambar: Pembuatan grafik dan diagram alur dengan bentuk, teks, dan gambar

Tools lainnya

  • Gmail: surat elektronik yang dapat digunakan sebagai kontak, menginformasikan jadwal tugas dan komunikasi lainnya.
  • Google Kalender: untuk penjadwalan, kalender.
  • Google Meet: tools tele konferensi dan perpesanan video langsung
  • Google Sites: alat untuk membuat dan penerbitan halaman web sederhana.
  • Google Grup: forum diskusi online seperti halnya buletin board online.

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pemanfaatan Google Workspace for Education untuk institusi atau lembaga pendidikan Anda? Konsultan dari Terralogiq siap membantu, hubungi kami melalui alamat email di halo@terralogiq.com.

Author Profile

Nuritia Ramadhani

Content Manager

|

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments