Lebih dari 250 Negara dicakup layanan Google Maps Platform - Terralogiq

Lebih dari 250 Negara dicakup layanan Google Maps Platform

15 Maret 2021

Keberadaan smartphone saat ini sangat membantu mengerjakan aktivitas sehari-hari. Banyak kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan, sekolah hingga urusan rumah tangga bisa dikerjakan dari berbagai fitur smartphone. Pemanfaatan beragam fitur dalam smartphone salah satunya adalah Google Maps. Lokasi yang diberikan oleh layanan Google Maps Platfom dapat dimanfaatkan untuk pribadi, publik, maupun bisnis.

Google Maps membantu dalam penentuan arah dan lokasi, memberikan rute terbaik yang bisa dipilih untuk menuju suatu tempat, mengetahui kepadatan tingkat lalu lintas di sepanjang yang akan dilewati secara real-time atau hanya sekedar survey lokasi secara virtual maupun langsung ke lokasi tujuan. Semua ini bisa dilakukan dengan mudah dengan mengakses produk dan teknologi dari Google Maps Platform.

Banyak sekali manfaat Google Maps bagi pengguna di seluruh dunia, selain praktis dan mudah digunakan, serta tingkat keakuratan titik lokasi yang diberikan oleh layanan Google Maps Platform menjadikan layanan peta online yang dipercaya dan digunakan oleh siapa saja yang memiliki smartphone.

Berawal dari pemanfaatan fitur tersebut, Google Maps terus berupaya menghasilkan data peta baru dan meningkatkan cakupannya pada skala nasional hingga internasional. 

Daftar negara cakupan Google Maps Platform dapat di lihat pada link berikut ini: https://developers.google.com/maps/coverage 

Dari list tersebut ada beberapa negara yang sudah memiliki data lengkap dari cakupan layanan Google Maps Platform berupa Map Tiles, Geocoding, Traffic Layer, Driving Directions, Biking Directions, Walking Directions, Speed Limits dengan ketersediaan di beberapa area serta kualitas data yang bagus adalah sebagai berikut:

  1. Argentina (AR)
  2. Australia (AU)
  3. Austria (AT)
  4. Belgia (BE)
  5. Brasil (BR)
  6. Kanada (CA)
  7. Denmark (DK)
  8. Finlandia (FI)
  9. Prancis (FR)
  10. Jerman (DE)
  11. Irlandia (IE)
  12. Luksemburg (LU)
  13. Meksiko (MX)
  14. Belanda (NL)
  15. Norwegia (NO)
  16. Poland (PL)
  17. Spanyol (ES)
  18. Swedia (SE)
  19. Swiss (CH)
  20. Taiwan (TW)
  21. Inggris Raya (GB)
  22. Amerika Serikat (US)

Untuk saat ini di Indonesia layanan Google Maps belum sangat luas cakupannya untuk layanan Biking Directions, sedangkan untuk cakupan pelayanan Map Tiles, Geocoding, Traffic Layer, Driving Directions, Walking Directions, Speed Limits sudah tersedia di beberapa wilayah.

Beberapa data, seperti rute transportasi umum, sudah tersedia di tingkat kota. Akurasi lokasi yang diberikan oleh layanan Google Maps dapat berbeda juga di setiap negara, bisa di perhatikan bahwa cakupan data dapat berubah karena berbagai alasan, termasuk aktivitas konstruksi untuk jalan, perubahan peraturan pemerintah, dan perubahan perjanjian lisensi dengan penyedia data.

Beberapa layanan Google Maps Platform mendapat pembaruan dan penambahan data yang berasal dari pengguna smartphone. Di Indonesia, pengguna smartphone diperkirakan akan mencapai 89% dari total keseluruhan populasi pada tahun 2025, terutama yang yang menggunakan gawai secara pribadi. Dengan pengelolaan lokasi untuk mendapatkan hasil lokal yang lebih baik pengguna smartphone bisa memperkaya data Google Maps Platform terutama di data Point Of Interest dengan kontribusi di Google My Business, atau riwayat GPS smartphone pada pengguna nya masing-masing.

Data ini hanya mencerminkan cakupan untuk layanan Google Maps Platform API, tidak mencerminkan fitur yang tersedia di Google Maps untuk Android, iOS, atau desktop. 

Cakupan layanan Google Maps Platform juga bergantung pada hukum, kebijakan atau keberadaan suatu negara atau wilayah. Salah satu contohnya adalah Google Street View yang tidak merekam pada beberapa tempat, atau lajur seperti:

  • Pos lintas batas dan jalanan yang melaui daerah perbatasan
  • Daerah militer dan wilayah dengan keamanan ketat
  • Pusat pemerintahan
  • Area penelitian rahasia atau situs yang berbahaya
  • Daerah perang atau konflik
  • Wilayah kerja badan intelijen atau penegak hukum sejenis
  • Wilayah yang dilindungi negara atau otoritas tertentu seperti Taman Nasional dan sejenisnya

Berikut gambaran cakupan layanan Google Maps Platform:

Google-maps-platform-coverage

Negara dan dependensi yang:

Sebagian besar atau seluruh wilayahnya terekam

Sebagian wilayahnya terekam

Separuh atau seluruh wilayahnya akan direkam (resmi)

Sebagian atau seluruh wilayahnya akan direkam (tak resmi)

Interior bangunan, toko, dan tempat wisata saja

Belum ada rencana perekaman

Faktanya Google Maps Platform menyediakan peta untuk hampir setiap negara yang ada di dunia. Dikombinasikan dengan citra satelit, foto kiriman pengguna, dan fitur tampilan jalan Google yang canggih. Cangkupan layanan Google Maps di Indonesia lebih dari sekadar peta. Ini adalah atlas yang sangat interaktif dan menyimpan cara untuk mempelajari berbagai tempat dan orang di seluruh dunia. Para penggunanya pun ikut terlibat dalam hal memperkaya maupun penggunaan akses data lokasi yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. 

Kekayaan data layanan Google Maps Platform

Komitmen Google dalam memetakan dunia dimulai sejak tahun 2005. Google Maps Platform secara global telah mengcover berbagai negara dengan teritorial cangkupannya sebesar 99%. Cangkupan layanan data pin point atau places pada Google Maps tersebut memiliki kekayaan data sebanyak 200 miliar, dan telah merekam lebih dari 40 miliar meter jarak jalan di dunia. Implementasi dan akurasi data Google digunakan secara aktif digunakan oleh 1 triliun lebih penggunanya setiap hari. 

layanan-Google-maps-platform-Nasa
Source: @nasa – https://unsplash.com/photos/_SFJhRPzJHs

Para local guides atau kontributor mengirim total 20 miliar edit or update terhadap peta tersebut secara keseluruhan, dengan jumlah update sebanyak 700 ribu data terhadap (places) tiap bulannya menjadikan Google Maps Platform sebagai peta yang diminati juga paling sering dipakai. Ini berarti Google Maps Platform menjadi penyedia peta yang memiliki pembaruan dan penambahan data yang juga berasal dari para penggunanya yang sangat aktif dan berkontribusi langsung.

Baca juga: Setup Google Maps Untuk Bisnis

Pengguna internet Indonesia naik 17% pertahun data dari Kominfo.go.id menyatakan ada sebanyak 175,4 juta penduduk yang memanfaatkan internet di kehidupan sehari-harinya di Indonesia. Tak hanya itu, jumlah pengguna handphone di Tanah Air juga mengalami hal yang serupa. terjadi peningkatan untuk pengguna handphone di Indonesia saat ini, ada sebanyak 338,2 juta. Indonesia merupakan “Raksasa teknologi digital Asia yang sedang tertidur.” Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa adalah pasar yang besar. Pengguna smartphone Indonesia juga bertumbuh dengan pesat dari tahun ke tahun. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika.

Peluang tersebut merupakan potensi untuk memperkaya data dari Google Maps Platform terutama cakupan layanan di Indonesia untuk kebutuhan masyarakat terhadap informasi mengenai data lokasi, dan peta yang cukup banyak diminati. Beberapa industri mulai menerapkan optimasi digital pada bisnis mereka untuk menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang. Laju pengguna internet di era masyarakat ekonomi digital sudah tidak tertahankan lagi. Diperlukannya perubahan ke arah yang lebih baik untuk sisi peningkatan optimasi untuk bisnis. Juga dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk menunjang proses bisnis ke arah yang lebih baik. Meningkatkan pengalaman pengguna terutama didukung dengan produk dan teknologi Google Maps Platform.

Author Profile

Sada

Customer Solutions Consultant Terralogiq Premier Partner Google Maps Platform

|

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments