Bagaimana Trend dari Modern Retailer Saat ini?

12 Agustus 2022

Bisnis retail saat ini memiliki dua jenis yaitu modern retailer dan traditional retailer. Bisnis retail sendiri adalah aktivitas pemasaran yang meliputi kegiatan penjualan hingga distribusi langsung kepada konsumen untuk dikonsumsi secara pribadi dan bukan untuk diperjual belikan kembali. Biasanya pebisnis yang menjalankan usaha ini disebut dengan pengecer (ritel) yaitu dengan membeli barang kepada produsen dalam jumlah besar dan dijual kembali dalam jumlah lebih sedikit. 

Modern retailer

Walaupun kedua istilah tersebut terdengar berbeda, sekilas kegiatan yang dilakukan dalam tradisional retail dan modern retail memiliki kegiatan pemasaran yang sama. Dalam blog ini akan dijelaskan lebih lanjut bagaimana trend dari modern retail berlangsung.

Apa itu Modern Retailer?

Tidak dapat dipungkiri masa depan retail menjadi lebih berkembang dengan adanya adaptasi sistem teknologi IT. Peluang modern retail dengan sistem IT akan memudahkan perusahaan untuk memperhitungan keputusan bisnis lebih akurat dengan data-data analitik untuk menunjang aktifitas marketing atau pemasaran. 

Dengan data-data yang di dapat tersebut, Anda dapat memahami kebiasaan pelanggan dari berbagai sumber yang dibutuhkan untuk memposisikan diri produk Anda secara tepat dan efisien untuk mendapatkan pelanggan yang tepat. 

Modern retailer adalah sebuah konsep pasar baru yang menggunakan sistem teknologi IT yang dapat menerima pesanan secara langsung dari pembeli dan dilanjutkan kepada penjual ataupun pabrik untuk dikirimkan melalui paket. Konsep ini jadi menggabungkan proses tradisional dari onsite menjadi secara online.

Perbedaan nya dengan Traditional Retail?

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai modern retail lebih lanjut, ada baiknya kita membahas perbedaan dari sebuah modern retail dan traditional retail terlebih dahulu dari beberapa aspek. 

Akuisisi Pesanan

Ritel Tradisional: Penjual pergi ke outlet, menghitung persediaan, menjelaskan promosi (jika ada) dan kemudian menyarankan pesanan kepada pemilik toko. Pemilik toko kemudian menyetujui atau mengubah pesanan tersebut apabila barang tidak tersedia.

Ritel Modern: Pesanan akan disarankan oleh sistem IT. Pesanan ini akan dialihkan ke pabrikan atau LSP (Logistic Service Provider) atau Penyedia Layanan Logistik melalui email atau faks untuk diteruskan kepada pelanggan.

Eksekusi Pesanan

Ritel Tradisional: Distributor akan mengirimkan pesanan 1-2 hari setelah pesanan dibayarkan, atau jika model operasinya adalah unit ready stock (wiraniaga yang menerima pesanan bepergian dengan mobil yang membawa persediaan) maka persediaan segera dikirim setelah pesanan dibayarkan  kepada penjual menyerahkan pesanan untuk diantarkan ke merchandiser atau pengantar barang yang bepergian dengan mobil. Mereka akan mengambil stok dari mobil dan mengirimkannya langsung ke toko.

Ritel Modern: Slot pengiriman atau pengiriman ditetapkan oleh pabrikan. Pengiriman ke pusat distribusi atau toko harus dilakukan di dalam slot pengiriman. Setiap kesalahan pada jendela pengiriman tersebut atau slot pengiriman akan menyebabkan penalti atau dan kembali ke antrian terakhir (pengiriman Anda akan dijadwalkan setelah semua pengiriman untuk hari itu selesai) atau dan pengiriman langsung ke toko. Bentuk ini dilakukan secara sistem dan ter automasi.

Promosi

Ritel Tradisional: Promosi perusahaan standar dijalankan.

Ritel Modern: Promosi sebagian akan dipimpin oleh peritel modern. Promosi bentuk ini cenderung akan unik untuk Peritel Modern. Setiap stiker atau kustomisasi dan pengeditan yang perlu dilakukan harus dilakukan oleh pabrikan atau LSP.

Peluncuran Baru

Ritel Tradisional: Produsen akan mengadakan peluncuran penjualan untuk Pengecer Tradisional untuk memperkenalkan produk baru ke pasar. Pada hari produk akan diluncurkan, wiraniaga akan menerima pesanan untuk produk baru dan produk baru akan segera berada di rak-rak toko.

Ritel Modern: Peluncuran produk baru di Ritel Modern cenderung lebih rumit. Peluncuran produk baru harus diinformasikan ke Ritel Modern beberapa bulan sebelumnya. Itu harus dimasukkan dalam master produk Ritel Modern. Planogram harus dimodifikasi untuk memasukkan produk baru. Dalam beberapa kasus, terdapat cost yang muncul di sini karena biaya penyimpanan juga harus dibayar.

Pembayaran

Ritel Tradisional: Pembayaran dilakukan langsung ke stokis atau distributor atau pada kunjungan wiraniaga berikutnya. Jadi, jangka waktu kredit biasanya sama dengan waktu antara 2 kunjungan ke tenaga penjual.

Ritel Modern: Ritel Modern biasanya menuntut periode kredit yang panjang dari produsen dan vendor. Terkadang, Retail Modern mungkin meminta format khusus untuk faktur mereka. Mereka tidak akan menerima format faktur standar dari pabrikan.

Ukuran Metrik/ Kartu Skor

Ritel Tradisional: Biasanya, toko saluran tradisional tidak memiliki kartu skor formal untuk mengukur produsen. Mereka memiliki pendekatan umum yang akan menjadi keteraturan cakupan, waktu antara pemesanan dan pengiriman, dan tingkat pengisian.

Ritel Modern: Ritel modern memiliki daftar barang untuk mengetahui skor formal logistik. Pengukuran ini dilakukan dengan melihat ketersediaan rak, tingkat persediaan, tingkat pengisian barang dan pengiriman tepat waktu. Karena perbedaan proses logistik ini, ritel tradisional sangatlah berbeda dengan ritel modern karena datanya lebih terorganisir.

Tantangan pada Modern Retailer saat ini

Walaupun Modern Retail terlihat sangat unggul, para peritel modern tetap memiliki beberapa tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah kemunculan pelanggan yang lebih canggih dan mengharapkan adanya teknologi baru yang dapat memberikan pengalaman berbelanja dari rumah, mampu mengirimkan barang lebih cepat dan dengan cara yang tentunya berbeda. 

Menghadapi hal tersebut untuk itu para modern retailer harus saling mencuri pelanggan dengan memberikan berbagai pilihan produk baru, harga yang bersaing dan promosi yang dirancang secara besar-besaran dengan berpusat pada pengiriman yang cepat. Hal ini disebabkan adanya permintaan dari pelanggan untuk mendapatkan produk terbaik dengan harga semurah mungkin dan kecepatan untuk hadir dirumah pelanggan. 

Tidak hanya itu, tantangan lain yang harus dihadapi adalah bagaimana cara memberikan pengalaman belanja tanpa adanya biaya tambahan. Customer dapat berlenaja dari satu toko ke toko lainnya tanpa adanya beban yang diberikan kepada customer. Selain itu adanya sistem pembayaran non-tunai juga menjadi tantangan bagi modern retailer untuk memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik. Customer dapat melakukan pembelian melalui perangkat seluler dan melakukan pembayaran dengan menggunakan teknologi NFC, RFID, atau kode QR (QR code).

Tantangan terakhir yang dihadapi adalah bagaimana cara membantu pelanggan dalam proses keputusan pembelian mereka dengan sistem seperti augmented reality. Dengan sistem augmented reality, pelanggan dapat menerima informasi produk secara real-time baik dari segi harga maupun detail produknya.

Integrasi dan Inovasi pada Modern Retailer

Untuk mempermudah sistem transaksi pada modern retail, Anda memerlukan integrasi data antara jumlah produk yang tersedia dan terjual serta data pelanggan agar dapat mengirimkan produk kepada pelanggan kerumah secara akurat. Tidak hanya itu, integrasi antara sistem pembayaran dan pembelian akan memudahkan modern retail untuk memonitor transaksi pembelian dan menghindari penipuan pada pembelian. 

Terralogiq dapat membantu dan menemukan solusi untuk sektor retail dalam menghadapi tantangan global dan permintaan pasar. Sebagai perusahaan yang berfokus pada pengembangan location intelligence, Terralogiq dapat membantu membuatkan dashboard dan aplikasi untuk solusi pengembangan sebuah modern retailer.

Temukan solusi modern retail yang tepat bersama Terralogiq, hubungi kami melalui alamat email halo@terralogiq.com untuk berkonsultasi bersama spesialist kami yang siap membantu Anda.

Author Profile

Nuritia Ramadhani

Content Manager

|

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments