Menjawab tantangan retail dan e-commerce dengan location intelligence

Menjawab tantangan retail dan e-commerce dengan location intelligence

19 Mei 2021

Bisnis retail dan e-commerce yang ingin memenuhi harapan pelanggan yang terus meningkat, dapat menggunakan cara inovatif untuk memasukkan kecerdasan lokasi atau location intelligences ke dalam operasi dan strategi bisnis mereka di tahun 2021 ini dan kedepannya.

Begitu juga pada industri e-commerce (online commerce sectors) yang juga menghadapi persaingan untuk memenangkan pelanggan dalam era transformasi digital. Retail dan e-commerce yang memiliki peluang serta market yang besar membutuhkan pendekatan kecerdasan lokasi atau location intelligence untuk menjawabnya. 

retail-dan-e-commerce
Source: @StockSnap – https://pixabay.com/photos/architecture-building-infrastructure-2557567/

Perusahaan menggunakan data geospasial untuk menyempurnakan pengalaman pelanggan mereka di digital, perusahaan yang termasuk adalah dari seluruh sektor industri, terutama dalam industri transportasi, travel, logistik, retail dan e-commerce, serta financial service. Untuk para retailer, membuat wawasan atau insights dari data yang mereka miliki mengenai aspek operasional dan perilaku konsumen (customer behaviours) adalah kunci untuk mengatasi tantangan ini.

Baca juga : 7 poin penting penerapan kecerdasan lokasi (Location Intelligences)

Kecerdasan lokasi (location intelligences) bila digabungkan dengan sejumlah besar data internal operasional dan pelanggan yang dimiliki oleh sebagian besar para retailer, dapat memberikan efisiensi dan peningkatan pengalaman pelanggan (customers experience) yang lebih baik dari sebelumnya. Pengalaman pelanggan yang baik ini terlihat dari berkurangnya tingkat keluhan konsumen, meningkatnya kenyamanan ketika melakukan pembelanjaan, pelayanan prima baik online maupun offline, dan personalisasi tingkat tinggi sepanjang perjalanan pembelian pelanggan. 

Memenangkan persaingan retail dan e-commerce

Membeli secara online, melakukan pengambilan di toko, dan pengiriman ke rumah langsung telah menjadi layanan penting bagi konsumen sekarang ini. Demand dan behavior shifting yang selalu ingin mencapai lebih banyak dalam waktu yang juga lebih singkat, mesti diterapkan dalam bisnis retail dan e-commerce agar dapat bertahan. Salah satu laporan riset konsumen terbaru yang dihimpun oleh MetaPack mengungkapkan bahwa sebagian besar 87% konsumen akan sangat mungkin atau lebih cenderung untuk berbelanja lagi dengan online merchant yang sama, setelah mendapatkan pengalaman dan pelayanan pengiriman yang positif.

Sebaliknya, 56% menyatakan dari mereka yang meninggalkan keranjang belanja online (shopping cart) melakukannya karena diberikan opsi pengiriman dengan penawaran yang terlalu mahal, lalu sebesar 39% responden menyatakan alasan lain karena pilihan pengiriman yang tersedia, memakan waktu yang terlalu lama.

Data informasi yang disajikan para retailer di situs website atau aplikasi seluler mereka mengenai ketersediaan produk, pengiriman atau waktu pengambilan harus dicantumkan secara konsisten dan akurat. Hal ini membantu visibilitas yang lebih besar ke dalam supply chain dari pabrikan ke toko dan di mana pun di antaranya. Yang terpenting, pada aspek ini membutuhkan data dari kecerdasan lokasi dalam waktu real time tentang di mana pelanggan berada, ke mana mereka pergi, dan rute yang mereka ambil untuk sampai ke sana.

Baca juga : New Connected Consumer: Digital Commerce Opportunities in Indonesia

Bisnis retail biasanya mulai menggunakan location intelligence untuk mendukung dasar aktivitas yang berhubungan dengan pelanggan, seperti membantu mereka menemukan lokasi, penggunaan utilitas toko, hingga pelengkap otomatis untuk menyederhanakan pencarian secara online atau entri alamat.

Manfaat kecerdasan lokasi pada bisnis retail

Para retailer dengan penggunaan kemampuan kecerdasan lokasi yang telah maju, lebih banyak menemukan pengoptimalan juga meningkatkan pengalaman pelanggan, termasuk yang berikut ini:

  • Membuat data inventaris tingkat toko terlihat oleh pelanggan untuk mengkonfirmasi bahwa produk tersedia sebelum mereka datang ke toko untuk membelinya.
  • Menjadwalkan janji temu khusus toko dan konsultasi.
  • Mengembangkan daftar belanja yang dioptimalkan dan panduan tingkat belanja toko untuk menemukan produk secara lebih efisien.
  • Membuat rekomendasi di dalam toko berdasarkan pembelian pelanggan sebelumnya, preferensi yang diketahui, dan lokasi di dalam toko.
  • Mengoptimalkan pengalaman toko dengan menggunakan kecerdasan lokasi untuk memprediksi antrian pembelanjaan.
  • Menggunakan geomarketing untuk berkomunikasi dengan pelanggan yang berada di dekat toko dan yang telah memilih, dan memikat mereka untuk berbelanja dengan mempersembahkan penawaran yang relevan (based on location promotion).

Semakin banyak para retailer juga menggunakan location intelligence untuk merencanakan location storage, dengan mempertimbangkan langsung atribut dari lokasi tertentu seperti perkotaan (urban) versus pinggiran kota (suburban) dan tingkat lalu lintas pejalan kaki yang diharapkan, tetapi juga pemahaman lingkungan sekitarnya untuk mendukung keputusan perencanaan yang lebih baik. Ini termasuk meningkatkan data geospasial pada moda transportasi yang tersedia, fasilitas parkir, location competitor review, dan pengecer terdekat serta tempat menarik yang mungkin memiliki traffic yang baik.

Sebagai retailer dalam mengembangkan e-commerce pada bisnis mereka, beberapa telah menggunakan location intelligence untuk meningkatkan manajemen operasional, pelacakan pengambilan di dalam toko dan prosedur pengiriman produk ke rumah. Metode ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk tersebut sudah tersedia saat di gerai atau, jika dikirim, dapat diambil oleh pengemudi dengan rute dinamis yang juga telah dioptimalkan. Langkah ini bertujuan untuk memperoleh efisiensi pengiriman secara tepat waktu, serta memperhatikan pemotongan biaya dan menjaga pengalaman pelanggan yang baik. Menurut survey yang dilakukan BCG bersama Google kepada salah satu head of online and digital supply chain operations mengemukakan bahwa perusahaan “Menemukan pengurangan 3% hingga 4% dalam pengiriman biaya untuk pesanan online dengan pengoptimalan rute armada yang lebih baik.”

Beberapa langkah yang dilakukan agar binis retail dapat teroptimasi secara baik adalah menggunakan 3 Cara Pivot dengan Pemasangan Google Maps Platform untuk Retail

Selain penting untuk pengalaman pelanggan pada penjualan online, kebutuhan menggunakan location intelligence semakin meningkat dengan terlibat dalam upaya menyelaraskan kondisi berbelanja di toko dengan mengintegrasikannya ke dalam perangkat seluler (platform mobile). Misalnya, pedagang grosir dapat menampilkan maps pada smartphone mereka yang menunjukkan pembeli dimana menemukan setiap item yang disertakan pada daftar belanja yang mereka buat secara online sebelumnya mengunjungi toko. Aplikasi retail yang lebih canggih mungkin membuat rekomendasi terhadap produk dan menunjukan lokasi toko berdasarkan dari history pembelian masa lalu.

Untuk meningkatkan efisiensi operasi dan mengurangi biaya, perusahaan menggunakan location intelligence untuk pengoptimalan jaringan dan rantai pasokan. Ini sangat lazim di bisnis retail dan e-commerce (60%), logistik dan pengiriman (56%), dan layanan keuangan (49%) menurut data yang dihimpun dari BCG.

Kecerdasan lokasi mendorong inovasi dan customer experience

Perusahaan retailer dan e-commerce dengan cepat memanfaatkan manfaat location intelligence. Terutama dalam hal meningkatkan pemasaran, komunikasi dengan pelanggan, dan memahami bagaimana mereka dapat mempengaruhi kualitas pengalaman pelanggan atau customer experience secara keseluruhan di sepanjang customer journey. Customer experience yang meningkat itu memiliki implikasi yang baik. Sebesar 44% responden dari mereka yang berada di bisnis retail dan e-commerce percaya bahwa kecerdasan lokasi dapat meningkatkan pendapatan.

Baca juga : Manfaat Google Maps Platform untuk dukungan bisnis

Industri retail dan e-commerce Indonesia akan semakin berkembang jika menerapkan wawasan berbasis lokasi. Perusahaan dapat menawarkan pemahaman yang lebih lengkap tentang keinginan dan kebutuhan pelanggan mereka, tujuannya tentu kembali untuk meningkatkan loyalitas serta pengalaman pelanggan. Manfaat lain menerapkan location intelligence pada bisnis adalah dapat menginformasikan pengembangan produk dan layanan, mengidentifikasi cara-cara baru untuk melibatkan pelanggan, memberikan visibilitas yang lebih besar kepada pelanggan, dan pada akhirnya menyelaraskan lebih dekat dengan apa yang pelanggan sukai.

Mari kenali lebih dalam kebutuhan bisnis Anda dengan melakukan konsultasi dan berbicara bersama konsultan dari Terralogiq. Jika ada pertanyaan bisa menghubungi email melalui halo@terralogiq.com

Author Profile

Albi Panatagama

Marketing and Public Relations Terralogiq Premier Partner Google Maps Platform

|

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments