Pentingnya Menerapkan Data Loss Prevention Dalam Berbisnis

26 Agustus 2022

Di zaman yang serba modern ini, semua jaringan berbasis ‘cloud’ , digital, dan web membuat data dapat tersebar secara bebas di manapun dan kapanpun. Data penting milik organisasi atau perusahaan yang bersifat privasi dapat diakses dan jatuh ke pihak yang salah jika tidak diamankan dan dijaga dengan baik. 

Data milik perusahaan sangat banyak mencakup data karyawan, penjualan, bahkan keuangan. Data-data ini sangat penting dan krusial. Bagi para pemilik perusahaan, Anda harus berjaga-jaga dan hati-hati dalam pengelolaan data dengan tujuan mencegah kehilangan data. Mari simak pembahasan berikut mengenai apa itu pencegahan kehilangan data dan tips cara mencegahnya!

Pentingnya Menerapkan Data Loss Prevention Dalam Berbisnis

Pengertian Data Loss Prevention (DLP)

Data Loss Prevention atau sering disingkat menjadi DLP berarti pencegahan kehilangan data. DLP terkadang disebut sebagai pencegahan kebocoran data dan pencegahan kehilangan informasi. DLP merupakan strategi untuk mengurangi ancaman terhadap data penting. Data Loss Prevention ini kerap diterapkan oleh perusahaan atau organisasi demi keamanan data secara keseluruhan. DLP ini mengacu pada perangkat lunak yang melindungi data sensitif dari pencurian, penyalahgunaan, atau penayangan oleh pengguna akhir yang tidak sah. Hal tersebut dilakukan dengan mengklasifikasikan jenis konten yang berbeda sesuai dengan objek data dan menerapkan kebijakan perlindungan otomatis. 

Strategi DLP biasanya berlapis-lapis untuk memastikan semua informasi sensitif tetap berada di network firewall

Strategi perlindungan ini berlaku untuk tiga status data berikut :

1. At rest (sedang istirahat)

Status ini menunjukkan data yang tidak sedang ditransfer atau diakses oleh pengguna.

2. In motion (saat bergerak)

Status kedua yaitu saat data yang ditransfer antara titik akhir melalui sistem komputer baik yang sama ataupun yang terpisah.

3. In use (saat digunakan)

Status ketiga yaitu menunjukkan saat data yang sedang dibaca oleh sistem komputer karena sedang di-update, diproses atau diakses oleh pengguna.

Organisasi dapat menentukan kebijakan tersendiri dalam software DLP untuk mengkategorikan data. Nantinya software tersebut dapat melacak data yang ditentukan, kemudian menentukan kapan terjadinya akses atau penggunaan yang melanggar kebijakan melalui tindakan perlindungan.

Contoh : DLP milik database sebuah rumah sakit dapat melindungi data medis yang sensitif, yang akan diizinkan untuk beberapa pihak profesional yang berwenang. 

Baca juga: Data Driven: Pendekatan Analisis untuk Pengembangan Bisnis

Pentingnya Data Loss Prevention untuk Perusahaan

Kehilangan data dapat mengakibatkan kerugian denda yang besar bahkan kemungkinan hukum pidana. Hal ini tentu berdampak negatif terhadap bisnis perusahaan dan dampak paling buruknya yaitu dapat membuat perusahaan gulung tikar.

Seperti yang terjadi pada tahun 2017, informasi pribadi dan data keuangan milik 150 juta orang tercuri dari database Equifax yang belum diperbaiki. Perusahaan gagal memperbaiki kerentanan dengan sesegera mungkin dan gagal juga memberitahu publik tentang pelanggaran tersebut setelah ditemukan. Akhirnya pada Juli 2019, mereka dikenakan denda sebesar $575 juta.

Tidak hanya itu, kehilangan data bisa menyebabkan hilangnya pekerjaan dan jabatan baik bagi para eksekutif maupun pegawai. Seperti kasus tadi, para eksekutif di perusahaan Target dan Equifax mengundurkan diri. Mereka juga dikenakan pelanggaran data yang merugikan perusahaan mereka sehingga dikenakan denda hingga jutaan.

Namun, ada juga kasus kehilangan data yang tidak dikenakan denda sebesar itu. Denda ini tergantung dari masing-masing perusahaan dan kecolongan yang terjadi. Tetapi dampak paling dasar yang tetap akan terjadi setiap terjadi kehilangan data yaitu hilangnya pelanggan dan kepercayaan publik akan perusahaan. Kredibilitas perusahaan akan menurun akibat insiden itu.

Tujuan Data Loss Prevention

Perangkat lunak DLP melayani tiga tujuan utama, yakni :

1. Kepatuhan

Beberapa organisasi yang mengumpulkan dan menyimpan informasi pribadi dari klien, pelanggan, pengguna, atau pasien memiliki tanggung jawab yang besar dalam melindungi data. Data yang dimaksud seperti informasi kesehatan, riwayat medis, informasi asuransi, nomor jaminan sosial, informasi kartu pembayaran, dan lain-lain. Organisasi-organisasi tersebut dapat menggunakan perangkat lunak DLP untuk mengklasifikasikan data yang dilindungi dalam mencegah kebocoran atau akses oleh pihak tidak berwenang. Selain itu, perangkat lunak DLP juga dapat menyertakan fungsionalitas pelaporan yang berguna untuk menghasilkan dokumen dengan kemampuan membuktikan kepatuhan terhadap peraturan perlindungan data.

2. Visibilitas data

Visibilitas data mengacu pada pengetahuan di mana data yang hidup dalam sistem komputer, bagaimana data tersebut berpindah dan siapa yang mengaksesnya. Pengetahuan ini dapat membantu organisasi dalam menentukan siapakah yang legal untuk mengakses data rahasia. Dikarenakan zaman sekarang sudah kian modern sehingga akses data dapat dilakukan dengan mudah di manapun dan kapanpun, untuk itu diperlukan perangkat lunak DLP. Perangkat lunak DLP memungkinkan Anda melacak data rahasia dalam berbagai lingkungan termasuk jaringan, komputer, dan cloud.

3. Perlindungan kekayaan intelektual

Kekayaan intelektual merupakan aset tidak berwujud yang diciptakan melalui kecerdasan atau ide seperti rahasia dagang dan paten. Kekayaan intelektual penting untuk dilindungi oleh organisasi. Misalnya perusahaan Anda memiliki ide pemasaran yang baru dan kreatif. Menjadi satu-satunya organisasi dengan pengetahuan ini memungkinkan perusahaan dapat bersaing lebih lanjut. Dengan menggunakan perangkat lunak DLP, Anda bisa menerapkan kebijakan seputar data yang berisi informasi sensitif tentang kekayaan intelektual. Sehingga pencegahan penyalinan dan ekstraksi yang tidak sah oleh pesaing tidak mudah terjadi.

Tujuan Data Loss Prevention

Baca juga: Mengenal Tentang Big Data Analytics dan Aplikasinya Dalam Berbagai Bidang

Teknik Keamanan Data Loss Prevention

Jaringan Data Loss Prevention terdiri atas berbagai teknik keamanan data. Berikut pembahasannya.

1. Data identification

Pada teknik ini DLP hanya akan berguna jika diberitahu apa yang bersifat sensitif bagi data dan tidak. Untuk itu, perusahaan atau bisnis harus menggunakan alat penemuan dan klasifikasi data otomatis dalam melakukan identifikasi dan kategorisasi data yang handal dan akurat. 

2. Protecting data in motion

Data akan bergerak baik secara internal maupun eksternal. Pihak eksternal sering menggunakan kesempatan ini dalam merutekan ulang data. Software DLP dapat membantu memastikan bahwa data yang bergerak tidak dialihkan ke tempat yang seharusnya tidak dituju.

3. Protecting data at rest

Teknik ini mengamankan data saat diam seperti saat berada di database, aplikasi lain, perangkat seluler, komputer, dan sarana penyimpanan lainnya.

4. Endpoint DLP

Teknik endpoint DLP berfungsi melindungi data di tingkat perangkat titik akhir. Hal ini berlaku tidak hanya komputer, tetapi juga ponsel dan tablet. Pencegahan dan pemblokiran agar data tidak disalin atau mengenkripsi semua data saat di transfer dapat dilakukan dengan teknik DLP ini. 

5. Data leak detection

Pengaturan dasar aktivitas normal akan dilibatkan dalam teknik data leak detection. Kemudian perilaku yang terlihat aneh akan secara aktif dan langsung dicari oleh teknik ini.

6. Cloud DLP

Semakin modern zaman, semakin jauh DLP berevolusi. DLP telah berevolusi untuk mengelola dan melindungi data penting dalam aplikasi perangkat lunak sebagai layanan dan infrastruktur.

Kategori Data Loss Prevention

DLP sendiri terdiri dari beberapa kategori, antara lain :

1. Keamanan standar

Keamanan standar mengacu pada produk atau sarana umum untuk melindungi komputer dari firewall akses yang ilegal. Seperti :

  • Firewall berfungsi mencegah pengguna di luar jaringan untuk mengakses jaringan di dalamnya.
  • Program antivirus akan memindai komputer secara internal untuk menemukan jika ada program jahat yang dapat membahayakan data di dalam jaringan atau secara keseluruhan.
  • Sistem pendeteksi penyusupan akan memantau aktivitas dan kejadian di layar dalam sistem komputer untuk memastikan bahwa pengguna akhir yang ilegal tidak mencoba mengakses data rahasia.

2. Keamanan tingkat lanjut

Keamanan tingkat lanjut memerlukan algoritma dan pembelajaran mesin yang mampu mengidentifikasi perilaku abnormal atau mencurigakan dalam sistem komputer, seperti :

  • Honeypot adalah data yang digunakan untuk merekam informasi para peretas ketika mencoba mengakses mereka. Nantinya data ini akan memang sengaja ditampilkan sebagai data yang berharga atau bersifat sensitif karena dari awal data ini dibuat untuk memancing para peretas.
  • Pemantauan aktivitas pengguna untuk memastikan bahwa karyawan tetap dalam ranah dan mengerjakan tugas yang ditugaskan.

3. Designated systems

Designated systems dapat mengidentifikasi ketika pengguna mencoba menduplikasi atau mentransfer data yang bersifat rahasia atau sensitif kemudian mencegahnya. Kategori ini penting guna melindungi pengguna akhir yang memiliki akses resmi ke data. Misalnya diterapkan mekanisme pelindung menggunakan sidik jari. Kemudian sistem DLP dapat memindai file sidik jari yang sedang digunakan untuk melindungi kebocoran data.

Baca juga: Data Warehouse: Pengertian, Jenis, Karakteristik, dan Manfaat

Mari Mencegah Kehilangan Data Bersama Terralogiq

Sudah merupakan tanggung jawab perusahaan untuk memastikan bahwa keamanan data dan informasi terjaga dan aman. Data dan informasi ini mencakup data perusahaan, karyawan, bahkan pelanggan. Namun jika Anda bingung bagaimana caranya, tidak perlu khawatir. Terralogiq dapat menjadi memberikan solusi kepada Anda. Terralogiq merupakan perusahaan IT terpercaya yang dapat memberikan solusi dan konsultasi sesuai kebutuhan Anda dalam transformasi bisnis perusahaan.  

Dengan Terralogiq, Anda bisa mendapatkan bantuan pengelolaan perusahaan menggunakan keamanan Google Workspace. Terlebih lagi sudah banyak perusahaan di Indonesia bekerjasama dengan Terralogiq dan merasakan manfaatnya. 

Dengan menggunakan jasa kami, Anda beserta perusahaan Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu, biaya dan sumber daya lainnya untuk menjaga keamanan. Tidak hanya itu, berbagai solusi yang ideal dan relevan telah sukses disampaikan Terralogiq ke berbagai klien. 

Ingin mengetahui lebih lanjut? Anda dapat menghubungi kami di sini atau melalui email halo@terralogiq.com 

Author Profile

Albi Panatagama

Marketing and Public Relations Terralogiq Premier Partner Google Maps Platform

|

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments