Apa yang Membedakan Google Maps, Google My Business, dan Google Maps API?

18 Februari 2021

Menjadi salah satu platform unggulan Google, Google Maps muncul sebagai peta digital yang dapat diakses melalui berbagai perangkat. Mengandalkan GPS, platform tersebut dapat membantu Anda untuk mencari lokasi sebuah tempat, menunjukkan rute utama dan alternatif, hingga memperkirakan jarak dan waktu tempuh.

Perlu solusi untuk penerapan Google Maps Platform pada Aplikasi dan Bisnis

Google pun terus memberikan pengembangan pada peta digital tersebut untuk memenuhi kebutuhan pengguna secara online. Dari sinilah muncul Google My Business dan Google Maps API. Kedua produk ini masih berhubungan dengan Google Maps, hanya saja mempunyai cara penggunaan yang berbeda. Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahan pakai, mari kita telusuri masing-masing fungsi dari ketiga platform Google tersebut.

Google Maps

Fungsi utamanya sebagai platform navigasi menjadikan Google Maps sebagai pilihan utama para pengguna smartphone untuk menemukan tempat atau rute yang dicari. Padahal, masih ada sejumlah fungsi lain yang bisa Anda coba untuk mengoptimalkan penggunaannya, antara lain:

  • Menambah tujuan. Untuk menambahkan tujuan, masukkan dulu titik awal dan tujuan akhir pada peta, lalu klik tanda titik tiga di bagian kanan atas untuk memilih Tambah pemberhentian. Ulangi kalau Anda masih mau menambah titik pemberhentian. Akan tetapi, fitur ini tak bisa Anda akses saat memakai opsi transportasi publik;
  • Mengubah rute. Google Maps biasanya akan memilihkan rute tercepat saat Anda ingin mencapai lokasi tertentu. Namun, kalau ada pertimbangan lain, Anda bisa mengubah rutenya dengan mengeklik pada jalan atau rute yang akan dilewati. Kemudian, kalau tanda jalurnya sudah sesuai pilihan, Google akan menavigasikannya ke jalan tersebut;
  • Mengukur jarak. Anda juga bisa mengukur jarak dari satu titik ke tujuan yang ingin dicapai. Menggunakan versi desktop, pengukuran dapat dilakukan dengan mengeklik kanan titik tujuan awal jarak yang akan dihitung, lalu pilih Ukur jarak. Selanjutnya, Anda hanya perlu klik lokasi tujuan untuk mengetahui total;
  • Menyimpan lokasi parkir. Tak banyak yang tahu bahwa Google Maps memungkinkan Anda untuk menyimpan lokasi parkir kendaraan. Untuk mengaktifkannya, Anda perlu mengetuk lokasi lingkaran biru yang menunjukkan posisi Anda berada sekarang, lalu pilih Simpan tempat parkir Anda dan tambahkan catatan terkait lokasi tersebut.

Kemudian, kemampuan Google Maps dalam menampilkan alamat, nomor telepon, hingga produk pun membuatnya mempunyai potensi bagus untuk mengoptimalkan bisnis. Hal tersebut bisa Anda lihat saat mencari tempat makan seperti kafe dan restoran. Ketika lamannya termuat, Anda bukan hanya bisa mengecek alamat dan nomor telepon, tetapi juga review dari pengunjung, foto makanan dan minuman, hingga jam operasional.

Akan tetapi, kalau Anda ingin memanfaatkan platform navigasi untuk bisnis secara berkelanjutan, maka Google Maps belum cukup untuk menunjangnya. Dalam hal ini, Google menghadirkan Google My Business yang penggunaannya dapat Anda simak pada bagian berikutnya. 

Google My Business

Disitat dari Whello.id, Google My Business atau Google Bisnisku merupakan platform khusus yang akan mengelola penampilan bisnis, baik dalam laman pencarian Google maupun Google Maps. Lewat platform inilah Anda akan mendapatkan informasi tempat usaha seperti nama, alamat lengkap, website, nomor telepon, hingga review.

Anda pun bisa menggunakan Google My Business untuk kepentingan-kepentingan berikut:

  • Menerapkan SEO. Search Engine Optimization atau SEO bisa Anda optimalkan juga dengan mengandalkan Google My Business. Caranya pun cukup mudah, yakni memasukkan keyword, meta description, hingga tags yang sesuai dengan niche bisnis. Fitur analytics pada Google My Business pun membantu Anda memantau performa bisnis hingga mengatur strategi pemasaran;
  • Meningkatkan kredibilitas di mata pelanggan. Karena bisa ditampilkan melalui Google dan Google Maps, review sebaiknya dioptimalkan sebaik mungkin untuk mendongkrak kepercayaan pelanggan. Anda bisa merespons review mereka di Google My Business, lalu pelajari setiap saran dan masukan yang mereka berikan untuk memperbaiki bisnis;
  • Memberikan akses informasi kepada calon klien. Bukan hanya untuk konsumen, informasi yang Anda tampilkan pada Google My Business juga dapat ditampilkan untuk calon klien. Beberapa klien kadang malas membuka website karena kurang praktis dan menganggap data-data singkat pada platform ini lebih mudah dianalisis sebelum mengajak Anda kerja sama;
  • Media pemberitahuan instan. Anda harus menutup bisnis untuk sementara waktu? Atau perlu mengubah jam operasional? Anda dapat mengumumkannya melalui Google My Business, sehingga saat diakses konsumen lewat Google atau Google Maps, mereka bakal tahu tempat usaha sedang tutup atau punya jam buka baru.

Seperti Google Maps, Google My Business sudah kompatibel untuk semua jenis perangkat. Artinya, Anda akan lebih mudah menjangkau target pasar, terutama kelompok yang mengandalkan smartphone atau laptop untuk mencari tempat usaha yang sesuai kebutuhan mereka.

google maps api

Google Maps API

Jika Google Maps dipakai untuk navigasi dan Google My Business untuk keperluan pembuatan listing tempat usaha, lantas apa fungsi Google Maps API? Berbeda dari dua platform sebelumnya, Google Maps API adalah rangkaian data yang terdiri atas kumpulan library Javascript. Hal ini juga merujuk pada API yang merupakan singkatan dari Application Programming Interface.

Dengan Google Maps API, Anda bisa mengolah dan membangun data-data untuk kepentingan tertentu. Data-data ini pula yang nantinya membantu Anda mengembangkan aplikasi yang bisa mengandalkan fitur-fitur dari Google Maps. Tak hanya itu, Anda bisa memodifikasi peta tersebut beserta menggunakan informasi di dalamnya.

Google Maps API telah disediakan untuk perangkat berbasis Android dan iOS dan dapat digunakan untuk web maupun web service. Sementara untuk menerapkan fungsi peta, Anda harus menggunakan Maps Javascript API yang bisa menyematkan peta pada website atau aplikasi dengan Google Maps. Service dan produk ini disediakan oleh Google Maps Platform.

Disebut juga sebagai Dynamics Maps, Maps Javascript API adalah bentuk visualisasi tampilan peta digital Google. Beberapa orang memakai API tersebut untuk website, ada pula yang memanfaatkannya untuk mobile app dengan memakai bahasa pemrograman hybrid. Sejumlah kelebihan yang ditawarkan Maps Javascript API adalah tampilan yang interaktif, kustomisasi layer, dan mengubah tampilan peta.

Ada empat tipe peta dasar yang disediakan Maps Javascript API, antara lain peta jalan, satelit, hibrida, serta medan. Kemudian, karena Google selalu memperbarui data-data dalam Google Maps, Anda akan menerima informasi terbaru secara real-time.

Ada dua kemudahan utama yang bisa Anda pakai untuk mengoptimalkan pemakaian, antara lain:

  • Fleksibilitas pada konfigurasi peta

Maps Javascript API bisa Anda pakai untuk mengonfigurasikan interaksi pengguna di dalamnya. Fleksibilitas pada API ini membuat Anda lebih leluasa mengelola data, tampilan peta, hingga fitur-fitur yang ingin ditampilkan. Lebih jauh lagi, Anda dapat mengatur gaya maupun objek pada Google Maps.

Kemudian, Anda yang baru mempelajari Maps Javascript API dapat memulainya dari elemen standar. Membuat tata letak khusus pun akan membantu Anda mengenali fungsi pada masing-masing perangkat.

  • Kebutuhan visualisasi dan analisis data

Seperti yang disinggung, Maps Javascript API membantu Anda untuk memvisualisasikan data dan informasi yang muncul. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah mempertimbangkan keputusan sesuai analisis geografis. Fitur lainnya yang dapat Anda andalkan adalah pengelompokan objek untuk menampilkan sebagian besar objek tanpa menurunkan performa.

Fungsi ini sudah sering diterapkan pada Google Maps. Anda dapat dengan mudah menentukan lokasi, menghasilkan tampilan panorama, hingga mengubah proyeksi pada peta.

Jadi dibandingkan Google Maps dan Google My Business, Google Maps API lebih difokuskan pada pengelolaan data dan modifikasi platform. Oleh karena itu, API ini lebih ditujukan kepada para pengembang peta (maps developer) maupun pemula yang tertarik membangun aplikasi peta digital di dalam sistem aplikasi atau dashboard.

beda google maps google my business dan google maps api

Kesimpulan

Dari penjelasan-penjelasan singkat di atas, dapat disimpulkan bahwa Google Maps, Google My Business, dan Google Maps API saling berkaitan meski tujuan penggunaannya berbeda. Google Maps difokuskan untuk navigasi atau penunjuk rute dan jalan. Kemudian Google My Business yang spesifik untuk kebutuhan listing bisnis, terutama secara online. Sementara Google Maps API sebagai penyedia data yang dapat membantu Bisnis Anda mengembangkan Google Maps untuk kebutuhan aplikasi atau dashboard baik sistem API dan SDK yang disematkan kedalamnya dengan teknologi Google Maps Platform.

Setelah menyimak artikel ini, Anda pun diharapkan bisa memanfaatkan masing-masing platform sesuai fungsi dan tujuan. Apalagi kalau kegiatan yang Anda lakukan berhubungan erat dengan teknologi yang terus berkembang pesat. Dengan demikian, Anda bisa mengoptimalkannya dan mencapai setiap tujuan yang sudah ditargetkan. Jika Anda perlu mendapatkan konsultasi terkait penerapan dan implementasi mengenai Google Maps API, Anda bisa menghubungi kami untuk bekonsultasi terkait usage maupun billing yang di perlukan. Isi form di bawah ini untuk berkonsultasi bersama para pakar, Premier Partner Google Maps Platform Indonesia Terralogiq:

Author Profile

Albi Panatagama

Marketing and Public Relations Terralogiq Premier Partner Google Maps Platform

|

Share this post on

Related Article