9 Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Google Maps Data: Lebih Dari Sekedar Peta

24 Juni 2022

Lebih dari miliaran orang telah menggunakan Google Maps setiap bulannya dan lebih dari 5 juta aplikasi dan situs web menggunakan Google Maps Platform setiap minggunya. Pernahkan Anda memikirkan darimana data maps tersebut datang? Bagaimana Google Maps tetap memberikan arahan yang akurat dan lain sebagainya? 

Mari kita simak perbincangan dengan salah satu Product Director Google, Ethan Russell yang dikutip dari Google Blog dan akan mengulas beberapa pertanyaan yang kerap kali ditanyakan mengenai data Google Maps dan bagaimana Anda dapat membantu Google untuk tetap update penggunaan aplikasi dan pengalaman menggunakan Google Maps.

Tentang-google-maps-semanggi-jakarta

Bagaimana cara memastikan data Google Maps tetap akurat?

Seperti yang kita ketahui, dunia ini sangatlah cepat berkembang dan mengalami perubahan secara terus menerus. Ethan Russell menggambarkan dengan memberikan contoh restoran disekitar rumah Anda yang bisa berganti menjadi bisnis lainnya atau mungkin berubah menjadi gedung yang lebih bagus.

Bayangkan bagaimana bisnis, gedung, rumah dan jalanan yang dibangun sedemikian rupa turut berubah, kemudian bayangkan dalam skala besar hingga lebih dari 220 negara dan daerah yang menjadi rumah untuk lebih dari 7 miliar orang di dunia.

Google Maps menginginkan setiap orang akan mendapatkan data paling akurat dan selalu update seiring perubahan tersebut berlangsung. Sehingga ada beberapa cara yang dilakukan oleh Google serta teknologi yang terlibat untuk memastikan data Google Maps akan selalu terupdate sebisa mungkin. 

Bagaimana cara mengupdate informasi di Google Maps?

Terdapat beberapa cara untuk orang-orang, bisnis atau pelanggan dalam membantu Google Maps untuk mengupdate data maps ketika ada kesalahan. Sehingga siapapun yang menggunakan Google Maps dapat memberitahu pihak Google apabila ada data yang salah dan mengirimkan feedback (Send Feedback) atau menyarankan untuk menyunting (Suggest an Edit) pada aplikasi Google Maps.

Sedangkan untuk pelanggan Google Maps Platform, pelanggan dapat menggunakan salah satu solusi dari Google (seperti gaming), produk yang memiliki API untuk melaporkan kesalahan agar bisa diselesaikan oleh tim Google. Para pemilik bisnis dan agensi yang mengelola bisnis info di Google pun bisa mengupdate informasi bisnis terbaru mereka dengan Google My Business.

Apakah ada cara lain untuk Google memberikan update informasi selain dengan kontribusi pengguna?

Ethan menjelaskan bahwa tim Google tetap menjaga kualitas data maps untuk selalu update dari hari ke hari. Hal ini akan sangat membantu untuk melakukan validasi data dari sumber pihak ketiga, mengembangkan algoritma agar secara otomatis mengupdate data dan mengenali data spam atau penipuan hingga menghubungi pihak bisnis atau organisasi secara langsung untuk mendapatkan informasi lebih akurat.

Seberapa sering data maps di update?

Google Maps secara konsisten selalu update hingga tiap detik setiap harinya akan selalu ada update. Google Maps mengumpulkan berbagai informasi baru mengenai dunia baik melalui foto satelit ataupun street view cars ataupun pengguna Google Maps dan pemilik bisnis lokal, dan menggunakan semua data tersebut untuk mengupdate maps.

Para pengguna Google Maps sendiri telah berkontribusi dalam pengumpulan informasi tersebut lebih dari 20 miliar setiap harinya, sehingga dapat dibayangkan ada 200 kontributor setiap detiknya melaporkan ke Google. 

Apabila bisnis atau organisasi memiliki banyak data untuk ikut kontribusi, bagaimana cara kerjanya?

Untuk organisasi seperti pemerintahan, non-profit dan institusi pendidikan yang memiliki banyak data mengenai jalanan baru atau alamat sebuah gedung, dapat menggunakan alat Geo Data Upload. Ketika mengupload data dengan alat ini, data tersebut harus dipastikan sesuai formatnya, sehingga Google dapat dengan cepat mengelolanya, format yang disarankan adalah shapefile (.shp) atau .csv dengan beberapa atribut spatial yang disesuaikan. 

Bagaimana cara mengelola data yang sangat banyak tersebut secara bersamaan dengan perubahan dunia?

Mengingat bahwa Google Map sedang membangun peta pada skala yang benar-benar global, Anda dapat membayangkan bahwa Google Maps memproses banyak informasi.  Google Maps  memiliki banyak jenis data yang berbeda–jalan, gedung, alamat, bisnis, dan semua atributnya yang berbeda–dan citra dari sudut pandang yang berbeda pada resolusi tinggi.

Untungnya,  Google Maps tidak memulai dari awal di sini. Dari sistem pemrosesan dan penyimpanan seperti Dataflow dan Cloud Spanner hingga library dan framework machine learning seperti TensorFlow,  Google Maps  dapat memahami aliran data yang masuk.

Mengapa ada perbedaan kualitas data di berbagai belahan dunia? Dan bagaimana Anda mengatasi perbedaan ini untuk memastikan bisnis di mana saja dapat menggunakan Google Maps Platform?

Bagian dari apa yang menyenangkan dan menantang tentang pemetaan seluruh planet adalah berurusan dengan semua perbedaan regional. Ini dimulai dengan konstruksi politik yang berbeda, seperti seberapa rinci kode pos, atau apakah alamat untuk bangunan berjalan secara linier dari satu ujung jalan ke ujung lainnya atau didistribusikan di sekitar blok.

Lalu ada perbedaan fisik, seperti dengan bangunan yang melekat satu sama lain di kota, dan dengan banyak bisnis–dan tempat tinggal pribadi!–di lantai yang berbeda. Atau ketika suatu daerah memiliki banyak tutupan pohon yang membuat sulit untuk melihat jalan di bawahnya, atau tidak ada tutupan pohon tetapi dasar sungai yang kering yang terlihat seperti jalan tanah.

Dan kemudian ada perbedaan ekonomi seperti seberapa cepat jalan dan bangunan baru dibangun, dan seberapa cepat bisnis baru dibuka. Tambahkan fakta bahasa yang berbeda dan skrip yang berbeda yang perlu dipahami oleh algoritme, pembelajaran mesin, dan operator manusia Google Map, dan Anda memiliki banyak faktor rumit yang mengarah ke berbagai jenis masalah di berbagai belahan dunia.

Untuk mengatasi perbedaan ini, Google Map mengambil pendekatan pemetaan baru dan berbeda untuk area ini. Untuk area dengan sedikit referensi sumber data resmi, Google Map menggunakan citra satelit dan tingkat jalan serta pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi jalan atau bisnis dan menambahkan informasi ke data peta Google Map.

Atau untuk area dengan jalan yang terlalu sempit untuk dipetakan, Google Map membuat “Roda 3 Street View” untuk menangkap citra guna membantu Google Map menambahkan jalan tersebut. Saat Google Map menemukan tantangan pemetaan baru, Google Map selalu bersemangat untuk mengembangkan solusi baru.

Apa cara paling menarik yang dilakukan Google atau organisasi lain untuk menyumbangkan data peta?

Kamera bertenaga surya diikatkan ke punggung domba untuk mengumpulkan citra Kepulauan Faroe untuk Street View. 18 Kepulauan Faroe adalah rumah bagi hanya 50.000 orang, tetapi cocok untuk sebuah negara yang namanya berarti “Pulau Domba” ada 70.000 domba berkeliaran di perbukitan hijau dan tebing vulkanik di kepulauan itu. Jadi domba adalah cara yang brilian untuk menangkap citra daerah–dan jelas merupakan yang paling kreatif yang pernah saya lihat.

Bagaimana dengan gambar-gambar menyeramkan dari Street View? Darimana asalnya?

Citra yang Anda lihat di Google Maps dan yang tersedia melalui Maps dan Street View API Google Map adalah kompilasi dari milyaran foto yang digabungkan menjadi satu. Terkadang saat Google Map menggabungkan foto dari pemandangan yang sama, hal-hal tidak sejalan dengan benar. Hal ini terjadi terutama dengan hal-hal yang bergerak, seperti orang berjalan atau pesawat terbang. Google Map selalu menyesuaikan sistem dan algoritma Google Map untuk menangani situasi ini dengan lebih baik. Cerita pada Halloween yang lalu, Google Maps benar-benar menjelaskan beberapa tantangan fotografi di balik jenis citra “seram” yang paling umum.

Author Profile

Nuritia Ramadhani

Content Manager

|

Share this post on

Related Article